Kamis, 03 November 2016

Selamat Tinggal, Cerpen oleh Adam Sufi Ibrahim Rangkuti



Selamat Tinggal
Oleh Adam Sufi Ibrahim Rangkuti

“zub...!” bulu kuduk langsung meremang seketika anak berusia 8 tahun bernama rudi bangun dari tidurnya ditengah malam, ia melihat arloji di tangan kanan mungilnya itu menunjukkan pukul 00:00 (jam 12 tengah malam).
Kemudian rudi mencoba memandang disekelilingnya, tampak banyak sekali papan bertulisan yang ditancapkan ketanah yang ditumbuhi pohon beringin. Dikedinginan malam itu ia sangat lemas dan juga lapar.

Seketika itu juga dia menjadi sangat takut dan kebingungan. Beberapa pertanyaan muncul dibenaknya. “kenapa aku bisa berada disini...?”. namun meskipun telah berusaha mencari informasi di otaknya, tetap saja ia belum bisa menjawabnya. Sepertinya ia telah kehilangan ingatan.

Kemudian, dengan sisa sisa tenaga yang lemah, rudipun berusaha untuk bangkit dari tempat tergeletaknya yang ternyata adalah tanah yang ditancapkan papan bertulisan juga!. Lalu rudi mencoba membaca tulisan yang terkandung dalam papan itu

WULAN BIN KARINA
LAHIR: FEBRUARI 1981
WAFAT:JUNI 2016


“Buk!!!...........” tubuh rudi langsung terjatuh ketanah. Dari rasa takut yang menakutkan/menyeramkan, kini telah berganti menjadi rasa sedih yang amat menyayat hati,air matanya berlinang dan kini perlahan-lahan ingatan rudi pulih kembali. BERIKUT INI ADALAH ISI DARI INGATAN RUDI :
“pada suatu hari tanggal 5 maret 2016. Rudi bangun pagi-pagi dan mempersiapkan diri  untuk berangkat ke sekolah .ia pergi mandi. Sementara itu. Ibu dari anak tersebut mempersiapkan sarapan. Tujuannya agar anak itu sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
Ibu dari rudi yang bernama “bu Wulan” hendak memasak nasi goreng sebagai menu sarapan pagi. Disaat mulai menyalakan api kompor. Api kompor tersebut tidak menyala. Ternyata gasnya telah habis.Oleh karena itu. Ibu wulan pergi ke warung terdekat untuk membeli gas tabung berwarna biru seberat 30 kilogram.
Setelah membeli gas. Ibu wulan bergegas pulang kerumah buat memasak nasi goreng.untuk membawa gas tabung berwarna biru seberat 30kg itu dari warung kerumah. Bu Wulan menggunakan troli.
Ditengah perjalanan menuju kerumah. Tiba-tiba sebuah taxi ilegal yang melaju dengan kecepatan tinggi
 (120km/jam). Menabrak bu wulan dan “Buuuuuuuummmmmmmmmmmmm………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Ledakan dahsyatpun terjadi.

Kedua orang yakni bu wulan dan supir taxi tewas. Usut demi usut. Ternyata taxi ilegal tersebut sedang dalam pengejaran polisi”


taxi ilegal atau taxi gelap adalah mobil yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi terlihat seperti taxi pada umumnya. Biasanya ini digunakan untuk kejahatan sehingga untung yang diperoleh jauh lebih besar. Mobil yang dibuat seperti taxi. Akan membuat penumpangnya mengira itu taxi asli dan akhirnya menumpanginya. Saat diperjalanan segala benda berharga milik si penumpang dirampas. Korbannya akan dilukai. Kemudian korban diturunkan ditengah perjalanan . biasanya. Korban ditemukan dalam keadaan terluka dan lemas.terkadang ada juga yang pingsan,sekarat, bahkan tanpa nyawa!

“Setelah mendengar kabar bahwa ibunya rudi yakni bu wulan telah meninggal dunia akibat kecelakaan tadi. Maka sedih bukan main hatinya. iapun bergegas menemui jasad ibunya. Ia benar-benar sangat kecewa atas kematian ibu tercintanya. Ia ikut serta dalam pembacaan yasin dan tahlilnya,ia doakanibu tercintanya itu semoga diterima disisi allah dan diampuni segala dosa-dosa yang telah ibunya perbuat selama hidup didunia, hingga tibalah masa pemakaman jasad ibunya itu. Setelah beberapa saat setelah proses penguburan selesai. Semua orang yang datang menjenguk pulang kecuali dua orang, yakni Rudi dan seorang sahabatnya. “hai sahabatku. Marilah kita pulang!” kata sahabatnya. “tidak ah! Aku tetap mau berada disini,aku mau menemani ibuku” jawab rudi. “aku tahu kau sangat sedih tapi jangan seperti ini.setiap orang pasti akan mati!,marilah kita pulang bersama!”.
“kamu aja yang duluan pulang sana!, Aku akan menyusul nanti”.
“benar nih?,yasudahlah kalau begitu aku pergi duluan ya”
Tinggallah anak tersebut seorang diri,ia menangis begitu sedih dan tetap berlama-lama dimakam ibunya, dan hingga akhirnya iapun tertidur pulas”

Demikian itulah isi ingatan Rudi yang tlah pulih kembali.

“Kini aku tidak punya siapa-siapa lagi,Kini aku hidup sendirian” pikir rudi tersebut
Sebenarnya, ayahnya anak tersebut telah meninggal dunia 3 tahun yang lalu. Saat itu ayahnya sedang mengendarai sepeda motor. Ayahnya menerobos lampu merah. Melihat hal itu. Seorang oknum polisi menembakkan peluru pistolnya tepat ke kepala ayahnya. Dan seketika itu juga sang ayah meninggal dunia. Kini oknum polisi yang menembakkan peluru pistolnya tanpa alasan yang kuat terjerat hukuman pidana 15 tahun penjara.

TAMAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar